Tampilkan postingan dengan label Pola Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pola Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2009

3 Pola Hidup Sehat

0 comments

ada 3 bahan yang mesti diolah..
PERTAMA, olah raga (bergeraknya raga)
seperti: pola makan-minum, bekerja, olah raga, berjalan and another activity

KEDUA, olah rasa (menciptakan rasa senang, indah, nyaman dan tentram dalam hati)
seperti: * kegiatan seni bernyanyi, bermain musik, menari,
* religi. beribadah secara vertikal& horisontal

KETIGA, olah pikir
seperti: membuat rencana dan rancangan ...berfikir menyelesaikan tugas...
bentuk berfikir apapun..


Sehat itu tidak akan tercapai jika hanya mengolah 2 bahan saja atau dari ketiga bahan tersebut tidak seimbang/proporsi. Ketiga bahan tersebut harus ada dan proporsional.
Sebagai contoh...
(1) orang sudah berolah raga dan giat beribadah tapi dia tdk menggunakan pikirannya untuk berfikir hal2 yang positif yang diperlukannya..Biasanya penyakit itu akan datang, misalnya dia akan sulit tidur.....

(2) orang itu rajin bekerja dan berfikir, tapi dia tidak pernh mengolah rasanya dengan kegiatan seni. Biasanya tidak lama lagi "Stress" akan menghinggapinya....

dan masih banyak contoh lain

Dan lagi sebagai penambahan contoh dan penguatannya, saya sdikit bercerita tentang sebuah riwayat yang pernh disampaikan KH.Zainudin MZ..
Suatu ketika nabi Muhammad tidak bisa tidur, padahal seharian berdagang seharusnya lebih bisa membuat beliau tidur lelap..Dalam hati berfikir apa ada suatu kesalahan yang dilakukannya hingga tidak bisa tidur...
Beberapa saat kemudian sambil berfikir beliau meraba saku yang ada dibajunya. ternyata beliau baru ingat bahwa uang yang biasa dikantongi dalam saku tersebut lupa tidak diberikan pada pengemis pasar yang tiap hari biasa beliau lewati...
"Astaghfirullahaladhiiim...."sambil beristighfar nabi Muhammad memohon ampun pada Allah dan berjanji akan memberikannya besuk...
dan setelah kejadian itu keesokan harinya beliau dapat tidur lelap...

Contoh sederhana ini telah memberi gambaran betapa amalan yang secara istiqomah (biasa dilakukan) dan hanya terlupakan (tidak sengaja) saja bisa membuat orang tanpa sadar tidak membawa kenyamanan dalam raganya..apalagi jika kita dengan sengaja membuat kesalahan pada orang lain/pada Tuhan...Apakah ini tidak semakin merusak raga???

Yah....jika diantara kalian ada yang menjawab tidak merusak tidak apalah...karna memang kerusakan itu bermacam-macam bentuknya..tidak secara raga saja. Bisa jadi sakit di pikiran/perasaannya..itu pasti....atau mungkin sakit itu tertunda sehingga belum merasakan kerusakannya..Wawwallahua'lam.

Yang pasti hidup sehat Insyaallah terpenuhi hanya dengan menjaga keutuhan ketiga pola itu setiap hari, jika tidak terjaga(berlebihan/kurang) pasti salah satu diantara ketiga pola tersebut pasti akan sakit....Wawwallahua'lam.

Hidup sehat sangat mudah n murah kan???So, coba...dan rasakan bedanya...
Semoga ga ada yang tambah sakiiit..He..he..he...^_^Trimkasih

Tambahan: Lihat Pola Hidup Sehat Rasulullah

Jumat, 12 Juni 2009

KEMATIAN BISA DIUNDUR

0 comments
Kematian memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.

SUATU hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”

“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabiyallah Ibrahim. Hampir saja Nabiyallah Ibrahim tergerak untuk rriemberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya.

Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi? Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.

“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Kematian memang di tangan Allah. justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad shalla `alaih bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. jadi, bila disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda kematian, itu adalah…sedekah.

Maka, tengoklah kanan-kiri Anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila Anda menemukan ada satu-dua kesusahan tergelar. maka sesungguhnya Andalah yang butuh pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu digelar Allah untuk memperpanjang umur Anda. Tinggal apakah Anda bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang Allah akan memanjangkan umur Anda.

Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam kondisi apa ajalnya tiba. Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memperpanjang umur, melainkan juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik. Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut dalam keadaan husnul khatimah.

Mudah-mudahan Allah berkenan memperpanjang umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian datang.

Sampai ketemu di pembahasan berikutnya. Insya Allah, kita masih membahas “sedikit tentang menunda umur, tapi kaitannya dengan kesulitan-kesulitan hidup yang kita hadapi “.

Salam, Yusuf Mansur.
Salam Wisata Hati.

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan” (An-Nisaa: 78).

sumber
 

NUANSA BENING Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template